Rabu, 03 Juli 2013

Tamu Laknat! Anak Durhaka!

Hae para #KorbanTM, kalian apa kabar?

Di antara kalian semua yang #KorbanTM sejati pasti sudah tahu kalo pertanyaan kita barusan cuma basa-basi doang.

Setelah sekian lama #TrioMenggelinding sibuk dengan kegiatan masing-masing, akhirnya kita kembali berkumpul! Kembali membuat kerusuhan! Kembali ke laptop! Kembali Ugal-ugalan! Kembali mendzolimi manusia yang berdosa, yang gak berdosa pun kebagian, nyokapnya TiheTM misalnya.. Iya, nyokapnya TiheTM lagi sakit, bro..

Kerusuhan kali ini terjadi di Rumah Sakit tempat nyokapnya TiheTM dirawat. Cerita kali ini bakalan kita mulai dari awal karena kalo dari tengah nanti kalian tau dari mana coba awalnya? Mau bikin awalan sendirik?! Lebih gak mungkin lagi kalo kita mulai dari akhir, iya dari yang paling akhir; Salam Menggelinding :*

Coba aja kalian bayangin, kalian sebagai #KorbanTM Sejatik yang tiba-tiba dapet kabar ada postingan baru setelah sekian lama kalian nunggu, pasti bahagia banget, kan? Iya, kan? Iya. Dengan kecepatan cahaya karena sangat bahagia, kalian langsung buka blog Trio Menggelinding. Apa jadinya begitu kalian liat judulnya, kemudian langsung ada “Salam Menggelinding”.  Tamat.

Oleh karena itu.. *benerin kacamata* Kita mulai dari awal, dari rumah NiseTM.
YueTM dateng ke rumah NiseTM dan ternyata NiseTM baru selesai mandi. Kenapa Yue tau kalo NiseTM baru selesai mandi? Karena NiseTM buka pintu dalam keadaan bugil handuk di kepala.


Dengan penuh nafsu semangat, YueTM menghampiri NiseTM. Dengan kecepatan cahaya NiseTM langsung memanfaatkan keberadaan YueTM untuk bantu dia nge-Babu dan masak.

Ini proses NiseTM masak.
Seksi gak? Nafsu gak?



Bagi kalian yang nafsu, bisa langsung mention ke @ArchAnisaa, mau minta follback? Beli woy! Tapi jangan sedih bagi kalian yang malah jijk, ada pilihan lain untuk kalian, kalian bisa langsung block aja. Iya, block aja. Gratis!

Dengan kemampuan masak seadanya yang cenderung kurang, NiseTM dan YueTM membuat makanan ini. #Jeng-jeng


This is it. Makanan tanpa nama, ala kadarnya.



Selesai masak-memasak, babu mem-babu mereka berdua siap-siap buat berangkat ke sekolah dulu sebelum jengukin nyokapnya TiheTM.

--------------------------di angkot---------------------------

Ya seperti biasa, selalu ada aja tragedi angkot yang kita alami setiap naik. Kali ini cerita berawal dari seorang Ibu-ibu. Ibu ini diperkirakan berumur ±40 tahun. Pake baju merah dengan porsi tubuh yang lumayan kalo dibuat opor bisa buat kenyang satu RT. Beberapa detik setelah dia naik, tiba-tiba NiseTM kelojotan, dia shock terus bisik-bisik ke YueTM “Alisnyaa, Yuuu..” Kemudian YueTM langsung nengok dengan tatapan “SUMPELO?!”

Kita berdua heran, apa Ibu itu gak bisa bedain mana eyeliner mana yang pensil alis atau gimana, ya? Masa alisnya cuma segaris? Digaris-lurus-pakek-eyeliner. NiseTM sama YueTM gatel banget ngelihat alisnya. Alisnya tuh mancing kita buat garuk-garuk brutak alisnya. Beeh, nyari koreng tuh alis! (baca: minta digaruk).

Ketika tragedi itu terlewat, ada tragedi lagi. Tragedi kedua ini hanya menimpa NiseTM. Ada dua anak SD yang dengan brutal naik angkot dan duduk di sebelah kiri NiseTM. Nggak lama setelah anak-anak SD itu naik, kemudian ada ibu guru naik angkot dan dia duduk di sebelah kanan NiseTM. Iya, anak SD dan Ibu guru ada di kiri sama kanan. Kalian udah kebayang kan, posisi Nise TM? Di-tengah-anak-SD-dan-sang-Ibu-guru. Penderitaan NiseTM pun dimulai ketika anak SD itu menegur ibu guru mereka kemudian salim ke ibu guru mereka itu dengan posisi NiseTM yang berada di tengah-tengah mereka. :|
NiseTM sama YueTM udah sampe dan langsung ke sekolah.

*Biar cepet, ceritanya di sini ada cerita NiseTM dan YueTM waktu lagi di sekolah*

NiseTM sama YueTM berniat ngejenguk nyokapnya TiheTM. Tapi gak enak, dong, kalo gak bawa apa-apa. Mereka berdua nyari makanan dulu di toko sebentar. Baru masuk mall, udah disuguhi pemandangan yang tidak lazim. Ada salah satu toko roti, lagi bagi-bagi diskon besar-besaran. Tanpa basa-basi YueTM sama NiseTM langsung beli roti di situ.

Ada 2hal yang terjadi :
1. Roti yang enak-enak dengan harga miring udah abis. Karena miring, jadi pada jatoh, karena rotinya pada jatoh, yaa, abis.
2. Koki-nya ganteng-ganteng. Banyak bulunya. Eh, itu kaki bukan koki. Serius, koki-koki di situ gantengnya semena-mena.

Mungkin, harga roti yang kami beli gak sesuai harapan walaupun udah didiskon. Tapi, tampang koki ganteng, sesuai harapan para jomblo. Harapan NiseTM misalnya. Abis beli roti, YueTM sama NiseTM langsung ke rumah sakit buat jenguk nyokapnya TiheTM.

----------------------------------------

Sampe di rumah sakit, YueTM sama NiseTM celingak-celinguk nunggu TiheTM. Dan ternyata, TiheTM bawa elang kesayangannya untuk jemput YueTM sama NiseTM. Tiba-tiba TiheTM nawarin makanan, seperti biasa, jiwa gratisan YueTM langsung mencuat ke permukaan.

TiheTM : Udah pada makan belum? Mau beli dulu gak sekalian?
YueTM  : GRATIS, KAN?
TiheTM : -_______________-
NiseTM : gue ngikut ajalah.

Kami bertiga CengTri. Goceng Tiga. Eh, salah, bonceng tiga. Seperti biasa posisinya TiheTM sebagai pengendali Elang, YueTM penghalang antara NiseTM dan TiheTM, alesannya YueTM sih, TiheTM dan NiseTM belum mukhrim.

------------------------------------------

Nyampe rumah sakit, kami bertiga brutal makan roti kismis sama tiramisu. Karena kelamaan, tiramisunya udah gak jelas banget bentuknya. Disaat yang lain makan roti, YueTM gak mau rugi, dia bukan nasi bungkusnya duluan. Yang beli siapa, yang buka siapa.

Btw, ada hal absurd yang terjadi di sini. Urutan yang bener kalo  jenguk orang sakit kan gini, nih :

Dateng – Nanya kabar – Kasih bingkisan – Ngobrol di luar dan membiarkan pasien istirahat.

Tapi, yang terjadi kalo TrioMenggelinding yang jenguk, malah jadi begini :

Dateng – Nanya kabar – Kasih bingkisan – Ngobrol, makan, ketawa ngakak di dalem kamar hingga pasien menyerah dan jalan ke luar – Menguasai ruangan. 
Tamat.

Baru kali ini kan kalian tau ada manusia yang kayak TrioMenggelinding…
Setelah datang penuh dengan kehebohan cengtri. Kemudian Basa-basi (baca: Nanya kabar). Lalu mulai menguasai ruangan pasien…
Pasien pun menyerah, kemudian mulai berjalan ke luar ruangan…





Nyokap TiheTM sampe diperiksa di luar sama susternya. Saking malesnya masuk ke dalem kayaknya..



Kamar kosong kekuasaan pun berpindah ke tangan kami bertiga, Trio Menggelinding.

“PASIEN DI LUAR, YANG JENGUK MENGUASAI RUANGAN DENGAN BRUTAL”






Tersiksa banget kan jadi pasiennya? HAHAHA

"NYOKAP GUE WOYY! NYOKAP GUEH! DASAR TAMU LAKNAT!" (۳º̩̩́oº̩̩̀)۳  
– TiheTM, 17, Frustasi –

"Woy, TiheTM! Lu juga ikut makan dan menguasai ruangan kamfreet!! DASAR ANAK DURHAKA!!" Ψ(_ ◂✗) – YueTM, NiseTM, Emosi –

Tamat. 

Itu lah salah satu kisah miris dari setumpukan kisah miris yang terjadi akibat kehadiran TrioMenggelinding.

Terima kasih telah membaca, semoga salah satu dari kalian menjadi KorbanTM selanjutnya… HAHAHAHAHAHAHAHAHA


Salam Menggelinding,


(/ 'o')/ @@@ (\ .o.)\ @@@ ~~~(~ 'o')~

Trio Menggelinding

2 komentar:

  1. Hahahaha... Lama gue nggak baca-baca kerjaan TM di sini. Sukses dan tetap menggelinding! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sering-sering baca, yes. InsyaAllah dapet pahala, kalo bacanya sambil ngasih sumbangan gitu deh.. Btw, Thanks! Salam menggelinding.
      Cipok mesra #KorbanTM :*

      Hapus